Jambidalamberita.id, BATANG HARI – Ketua TP PKK Kabupaten Batang Hari, Zulfa Fadhil, secara resmi membuka Bazar Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK yang digelar di Serambi Rumah Dinas Bupati Batang Hari, Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi keluarga yang dikelola oleh Tim Penggerak PKK.
Program UP2K bertujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga melalui kegiatan usaha produktif, baik yang dijalankan secara perorangan maupun kelompok.
Bazar tersebut jugadigelar dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 tahun 2026 dengan mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045.”
Berbagai produk olahan dari UMKM binaan PKK Kabupaten Batang Hari turut dipamerkan dan dipasarkan dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Zulfa Fadhil menekankan pentingnya keseimbangan antara usaha dan doa dalam menjalankan bisnis. Ia juga mengingatkan para pelaku usaha agar tidak melakukan praktik yang menyimpang, seperti menggunakan jasa dukun atau penglaris.
“Dalam berusaha jangan pernah melupakan doa. Hindari perbuatan yang bersekutu dengan dukun. Penglaris yang paling efektif adalah pelayanan yang baik dan kepuasan pelanggan,” ujarnya.
Selain itu, Zulfa juga mendorong para pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperluas promosi melalui media sosial, serta tetap konsisten dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat.
Ia juga berharap dukungan dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang Hari agar turut membantu memasarkan produk UMKM lokal.
“Jangan hanya sebatas seremonial. Saya berharap setiap OPD dapat mendukung produk UMKM Batang Hari, misalnya dengan menyediakan produk UMKM sebagai sajian bagi tamu di kantor,” tegasnya.
Menurutnya, perkembangan UMKM di Batang Hari cukup menggembirakan karena banyak pelaku usaha baru bermunculan, termasuk dari kalangan remaja yang memanfaatkan keterampilan mereka untuk membuka usaha.
Hal ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif serta memperkuat ekonomi kerakyatan di daerah tersebut.