Metronews

Proyek Turap Rp20,4 Miliar di Tebo Terancam Mangkrak? DPRD Minta Audit Khusus

0

0

jambidalamberita |

Minggu, 28 Des 2025 15:50 WIB

Reporter : Yudi

Editor : Kurniawan

Proyek pembangunan turap Pagar Puding di Kabupaten Tebo senilai Rp20,4 miliar yang menjadi sorotan DPRD karena dikhawatirkan tak rampung sesuai jadwal dan diminta diaudit secara khusus. - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

Jambidalamberita.id, MUARATEBO – Proyek pembangunan Turap Pagar Puding di Kabupaten Tebo dengan nilai fantastis mencapai Rp20,4 miliar kembali menjadi sorotan publik.

Kali ini, kekhawatiran datang dari Anggota DPRD Tebo Fraksi NasDem, Mursalin, yang secara tegas mendesak dilakukannya audit khusus terhadap proyek tersebut.

Desakan itu disampaikan Mursalin di Kantor DPRD Tebo. Ia menilai progres pekerjaan di lapangan belum menunjukkan hasil yang meyakinkan dan dikhawatirkan tidak akan selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Mursalin mengungkapkan, sejak awal DPRD sudah mengingatkan pihak rekanan agar serius dan tidak mengerjakan proyek secara asal. Peringatan itu bahkan sudah disampaikan saat sosialisasi proyek kepada masyarakat pada 29 Mei lalu.

Baca Juga:

Dua Belas Finalis Bersaing di Grand Final Pemilihan Putra Putri Pariwisata Batang Hari 2025

“Dari awal kami sudah mengingatkan. Kontraktor hadir saat sosialisasi dan kami minta jangan main-main dalam mengerjakan proyek ini,” tegasnya.

Kekhawatiran tersebut, lanjut Mursalin, bukan tanpa alasan. Masyarakat setempat masih trauma dengan proyek turap beronjong pada tahun 2014 silam yang dinilai gagal dan meninggalkan kekecewaan mendalam.

Ia juga menyebutkan bahwa sejumlah temuan dan peringatan telah disampaikan melalui Komisi III DPRD maupun BPBD. Namun, hingga kini pihak pelaksana proyek dinilai belum menunjukkan perbaikan yang signifikan.

“Sudah ditegur oleh Komisi III dan BPBD, tapi sepertinya tidak diindahkan. Ini yang membuat kami semakin khawatir,” ujarnya.

Baca Juga:

Puluhan Napi Lapas Jambi Risiko Tinggi Dipindahkan ke Nusakambangan, Ini Alasannya

Lebih jauh, Mursalin meragukan proyek tersebut mampu rampung sesuai target pada Desember 2024. Ia menilai beberapa komponen teknis penting di lapangan belum dikerjakan sebagaimana mestinya.

“Kalau melihat kondisi sekarang, saya yakin ini tidak akan selesai Desember. Contohnya balok pengunci dengan spesifikasi tertentu tidak ditemukan di lapangan. Ini jelas berpengaruh terhadap kualitas dan kekuatan bangunan,” katanya.

Atas dasar itu, Mursalin menegaskan perlunya audit khusus untuk memastikan mutu pekerjaan serta penggunaan anggaran proyek bernilai puluhan miliar tersebut.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan pada Jumat (27/12/2024), aktivitas pengerjaan proyek turap masih berlangsung. Terpantau di lokasi, sejumlah pekerja tengah merakit tangga, menyiapkan pagar, serta melakukan persiapan pengecoran beton rigid. (*)

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER