Jambidalamberita.id, MUARA BUNGO – Program ketahanan pangan di Dusun Pulau Batu, Kecamatan Jujuhan Ilir, menghadapi ujian berat di penghujung tahun ini.
Kebun jagung yang sebentar lagi memasuki masa panen justru
terendam banjir akibat luapan Sungai Jujuhan, menyebabkan kerusakan parah pada tanaman dan memperburuk kondisi ekonomi masyarakat setempat.
Banjir yang datang mendadak ini diperkirakan telah menyebabkan kerugian besar, dengan sekitar 8 ton hasil panen jagung gagal total.
Semua lahan yang dikelola dalam program ketahanan pangan ini terendam air, memaksa petani dan pemerintah dusun untuk menghadapi kerugian yang tidak sedikit, mengingat biaya penanaman hingga perawatan telah dikeluarkan sejak awal musim tanam.
Rio Dusun Pulau Batu, M. Amin, mengungkapkan bahwa banjir datang secara tiba-tiba dan merendam seluruh
kebun jagung yang sebentar lagi akan dipanen.
"Kami merugi. Lahan jagung yang sebentar lagi mau musim panen dilanda luapan banjir Sungai Jujuhan. Diperkirakan 8 ton hasil panen gagal total karena semua
terendam banjir," ungkap M. Amin.
Meski begitu, pemerintah dusun bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas Polsek Jujuhan telah melakukan musyawarah untuk menyikapi situasi tersebut. Keputusan yang diambil adalah memberikan izin kepada masyarakat untuk memanen jagung yang masih bisa diselamatkan sebelum mengalami kerusakan lebih lanjut.
"Setelah musyawarah, masyarakat diperbolehkan memanen jagung yang masih bisa dipanen," tambah M. Amin.
Pemerintah dusun telah melaporkan kejadian ini kepada pihak Kecamatan Jujuhan Ilir serta penyuluh pertanian setempat, dengan harapan agar pihak terkait dapat segera meninjau kondisi di lapangan dan memberikan bantuan untuk menilai kerusakan serta mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Pemerintah dusun berharap agar instansi terkait memberikan perhatian lebih dan segera mengambil langkah-langkah untuk membantu mengurangi kerugian serta mencegah dampak banjir terhadap ketahanan pangan di masa depan. (*)