Jambidalamberita.id, KOTA JAMBI – Gelombang penolakan terhadap operasional Helen’s Play Mart kembali menguat di Kota Jambi. Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat Melayu Jambi Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan tempat hiburan malam tersebut, Rabu 31 Desember 2025.
Dalam aksi damai itu, massa menuntut pemerintah daerah segera mengambil sikap tegas dengan menutup permanen Helen’s Play Mart. Keberadaan tempat hiburan malam tersebut dinilai bertentangan dengan nilai adat, moral, serta budaya Melayu Jambi yang selama ini dijunjung tinggi oleh masyarakat.
Perwakilan aliansi menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap mengabaikan kajian adat Melayu Jambi. Ketua Aliansi Masyarakat Adat Melayu Jambi Bersatu menegaskan bahwa Jambi merupakan wilayah adat yang memiliki norma dan aturan sosial yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat.
“Pemerintah jangan hanya berpegang pada kajian warisan kolonial. Ini tanah adat Melayu Jambi, ada nilai dan norma yang wajib dijaga,” tegasnya dalam orasi.
Selain itu, massa aksi menyoroti dugaan aktivitas di dalam Helen’s Play Mart yang dinilai berpotensi merusak moral masyarakat, mulai dari peredaran minuman keras hingga dugaan praktik transaksi seks. Bahkan, dalam orasi disebutkan adanya dugaan keterkaitan antara lokasi hiburan malam tersebut dengan sejumlah penginapan di sekitar kawasan.
“Helen’s Play Mart kami nilai terkoneksi dengan Hotel Wiltop yang diduga menjadi tempat singgah. Lokasi ini juga kerap dijadikan tempat berkumpul anak-anak usia remaja, ini sangat memprihatinkan,” ungkapnya di hadapan massa.
Aliansi juga mengaitkan keberadaan tempat hiburan malam dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap peredaran narkoba dan penyakit menular di Kota Jambi. Mereka menilai tempat hiburan malam berpotensi menjadi pintu masuk peredaran narkotika yang mengancam masa depan generasi muda.
“Peredaran narkoba semakin mengkhawatirkan. Kami khawatir tempat ini bisa menjadi salah satu pintu masuknya. Ini ancaman serius bagi anak-anak dan generasi muda Jambi,” lanjutnya.
Dalam tuntutan yang disampaikan, aliansi meminta pemerintah daerah serta para pemangku adat yang menyandang gelar adat untuk menunjukkan ketegasan dan keberpihakan kepada masyarakat.
“Jika tidak mampu menutup tempat ini, maka lepaskan saja gelar adat itu. Jangan mengatasnamakan adat jika tidak bisa melindungi masyarakat,” seru orator.
Menurut massa aksi, keberadaan Helen’s Play Mart tidak sejalan dengan nilai-nilai budaya Melayu Jambi yang menjunjung tinggi kesopanan, kesusilaan, serta ketertiban sosial di tengah masyarakat.
Belum Ada Tanggapan Resmi