Jambidalamberita.id, Jambi – Asrama Haji Provinsi Jambi bakal mengalami perubahan besar. Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jambi berencana menjadikan kawasan tersebut sebagai sentra penjualan perlengkapan haji dan umrah, sekaligus pusat layanan terpadu bagi calon jamaah.
Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari kebijakan baru penyelenggaraan ibadah haji yang menitikberatkan pada penguatan ekosistem ekonomi haji. Asrama Haji tidak lagi difungsikan sebatas lokasi keberangkatan dan kepulangan jamaah.
“Asrama Haji harus bertransformasi. Bukan hanya tempat transit, tetapi juga pusat layanan dan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Wahyudi di Jambi, 2 Januari 2026.
Ia menjelaskan, keberadaan Kementerian Haji dan Umrah membawa arah baru dalam pengelolaan layanan jamaah, termasuk optimalisasi aset negara agar memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.
Ke depan, sejumlah konter layanan akan diaktifkan kembali di lingkungan Asrama Haji. Konter tersebut menyediakan berbagai kebutuhan jamaah, mulai dari perlengkapan ibadah hingga kebutuhan pendukung lainnya, sehingga calon jamaah dapat mempersiapkan keberangkatan secara terpusat.
Tak hanya itu, Kemenhaj Jambi juga merencanakan pembangunan Klinik Pratama di kawasan Asrama Haji. Klinik ini nantinya digunakan untuk pelayanan kesehatan, termasuk vaksinasi bagi jamaah umrah.
Wahyudi mengungkapkan, optimalisasi Asrama Haji terbukti berdampak positif terhadap penerimaan negara. Pada 2025, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Asrama Haji Jambi tercatat mencapai sekitar Rp800 juta, melampaui target awal sebesar Rp700 juta.
“Kami menargetkan Asrama Haji menjadi pusat layanan terpadu, seperti kawasan komersial, di mana seluruh kebutuhan haji dan umrah tersedia di satu tempat. Ini juga menjadi upaya menghidupkan kembali aset yang sebelumnya kurang optimal,” katanya. *)