Jambidalamberita.id, Jambi – Curah hujan tinggi kembali memicu banjir di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Provinsi Jambi. Luapan sungai merendam ruas strategis Jalan Lintas Timur Sumatera serta permukiman warga di sejumlah desa, sehingga aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas terganggu.
Kepala BPBD Tanjabbar, Zulfikri, menyampaikan bahwa banjir mulai terjadi sejak Jumat (2/1) dan berdampak pada sedikitnya tiga desa di Kecamatan Tungkal Ulu. Selain menggenangi jalan nasional, sekitar 34 rumah warga dilaporkan terdampak dengan ketinggian air bervariasi.
“Sebagian wilayah sudah mulai surut, namun ada desa yang masih tergenang,” ujar Zulfikri.
Salah satu wilayah terdampak cukup parah adalah Desa Pematang Pauh. Luapan sungai di sekitar desa menyebabkan Jalan Lintas Timur Sumatera terendam, bahkan air masuk ke rumah warga dan kantor desa. Tercatat 14 rumah di beberapa RT terdampak langsung banjir.
Kondisi serupa juga terjadi di Desa Tanjung Tayas akibat meluapnya Sungai Bumbung. Sebanyak 18 rumah warga tergenang, dan akses jalan dari luar desa menuju permukiman lumpuh total karena tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Sementara itu, di Desa Badang, dua rumah yang berada di area kebun ikut terdampak. Meski air belum masuk ke rumah, banjir menyebabkan sekitar lima kolam ikan rusak dan bibit ikan hanyut terbawa arus.
Banjir juga meluas ke wilayah Kecamatan Muara Papalik dan Batang Asam. Di Kecamatan Merlung, debit air meningkat signifikan di beberapa titik, termasuk Jalan Lintas Tengah Tebo–Merlung di Desa Lubuk Terap, dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter dan menghambat arus lalu lintas.
Kapolsek Merlung AKP Agung Heru Wibowo mengatakan pihak kepolisian turun langsung ke lapangan untuk memastikan keamanan warga dan memantau kondisi akses jalan. Di Desa Tanjung Paku dan Pasar Kalangan Merlung, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 60 sentimeter dan mulai mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami mengimbau warga tetap waspada karena wilayah hulu masih diguyur hujan dan berpotensi terjadi kiriman air,” ujar AKP Agung, 3 Desember 2026.
Sebagai langkah antisipasi, aparat kepolisian bersama instansi terkait telah menyiapkan langkah evakuasi dan berkoordinasi untuk dukungan logistik serta peralatan SAR guna menghadapi kemungkinan banjir susulan. (*)