Jambidalamberita.id, Muara Bungo – Bupati Bungo, Dedy Putra, melontarkan peringatan keras kepada Direktur PDAM Pancuran Telago Muara Bungo, Eka Yasa.
Ia menegaskan tidak akan ragu melakukan evaluasi hingga pencopotan jabatan jika kinerja dan pelayanan air bersih kepada masyarakat dinilai tidak maksimal.
Peringatan tersebut disampaikan menyusul tuntutan peningkatan kualitas layanan PDAM yang selama ini masih dikeluhkan sebagian pelanggan.
Dedy Putra menekankan bahwa posisi direktur PDAM bukan sekadar jabatan struktural, melainkan amanah besar yang berdampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat.
“Kalau tidak mampu memberikan pelayanan air yang baik, tentu akan kami evaluasi. Bahkan bisa sampai dicopot,” tegas Dedy Putra.
Menurut Bupati, ke depan Direktur PDAM akan dihadapkan pada berbagai persoalan, mulai dari pembenahan operasional hingga pengembangan infrastruktur. Oleh karena itu, ia berharap Eka Yasa dapat bekerja secara serius dan profesional dalam menjalankan tugasnya.
Dedy Putra juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bungo tengah mengupayakan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru untuk meningkatkan cakupan dan kualitas layanan air bersih.
Koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah dilakukan, dan saat ini pemerintah daerah sedang menyiapkan kelengkapan administrasi.
“Insya Allah, tahun 2026 atau 2027 program ini bisa direalisasikan,” ujarnya.
Ia menilai latar belakang teknis yang dimiliki Eka Yasa menjadi modal penting untuk melakukan pembenahan, baik dari sisi operasional maupun pengembangan jaringan air bersih di Kabupaten Bungo.
Sementara itu, Eka Yasa menyatakan siap menerima konsekuensi dan tantangan dari jabatan yang diembannya. Ia berkomitmen menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta mengedepankan kerja profesional dan kolaboratif.
“Kami menyadari tantangannya tidak ringan, namun dengan dukungan jajaran PDAM, pemerintah daerah, dan masyarakat, kami akan berupaya meningkatkan pelayanan air bersih ke depan,” kata Eka Yasa.