Jambidalamberita.id, Jambi – Pertumbuhan jumlah penduduk di Kota Jambi sepanjang tahun 2025 masih didorong oleh tingginya angka kelahiran serta arus migrasi penduduk yang cukup dinamis.
Kondisi ini membuat jumlah penduduk tetap mengalami peningkatan dengan laju yang relatif stabil.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jambi, Nirwan Ilyas, menjelaskan bahwa pertumbuhan penduduk tidak hanya berasal dari warga yang lahir di dalam kota, tetapi juga dari penduduk pendatang yang menetap untuk bekerja maupun beraktivitas.
“Sepanjang 2025, pertumbuhan penduduk Kota Jambi masih dipengaruhi angka kelahiran yang cukup tinggi, disertai mobilitas penduduk masuk dan keluar yang berjalan beriringan,” ujar Nirwan di Jambi, 7 Desember 2026.
Berdasarkan data layanan Disdukcapil, jumlah penduduk Kota Jambi pada 2025 tercatat mencapai 654.194 jiwa. Angka tersebut dipengaruhi oleh 13.811 peristiwa kelahiran, sementara perpindahan penduduk tercatat relatif seimbang, yakni 16.498 jiwa keluar dan 16.445 jiwa masuk ke Kota Jambi.
Menurut Nirwan, data tersebut menunjukkan Kota Jambi masih menjadi daya tarik sebagai pusat kegiatan ekonomi dan sosial, sekaligus kawasan hunian yang terus berkembang.
“Dominasi angka kelahiran yang tinggi, ditambah masuknya penduduk dari luar daerah, membuat pertumbuhan penduduk tetap terjaga. Sementara perpindahan keluar cenderung seimbang, sehingga tidak menimbulkan lonjakan ekstrem,” jelasnya.
Disdukcapil Kota Jambi, lanjut Nirwan, berkomitmen meningkatkan kualitas layanan administrasi kependudukan, mulai dari perekaman dan pencetakan KTP elektronik, penerbitan kartu keluarga, hingga pencatatan peristiwa penting seperti kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk. Data tersebut menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan daerah.
Menariknya, sepanjang 2025 terdapat tren unik dalam pencatatan akta kelahiran. Nama Kenzi tercatat sebagai nama paling banyak digunakan untuk bayi laki-laki, sementara Shanum menjadi nama favorit untuk bayi perempuan.
“Ini mencerminkan kecenderungan masyarakat memilih nama modern dengan sentuhan religius,” tambah Nirwan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar waspada terhadap pihak-pihak yang mengaku sebagai petugas Dukcapil, dan memastikan seluruh layanan administrasi kependudukan dilakukan melalui jalur resmi. (*)