Jambidalamberita.id, Kota Jambi - Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam mendorong pembangunan infrastruktur strategis. Wali Kota Jambi, Maulana, mendampingi Wakil Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Diana Kusumastuti, saat melakukan peninjauan lapangan ke proyek kolam retensi pengendalian banjir yang berada di kawasan Griya Lingga Permai, Kelurahan Paal V, Kecamatan Kotabaru, Kamis sore, 8 Januari 2025.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda kerja Wakil Menteri PU di Provinsi Jambi untuk memastikan program pembangunan nasional berjalan sesuai rencana. Salah satu fokus utama dalam lawatan tersebut adalah mengawal realisasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yakni Sekolah Rakyat, yang menjadi pilar penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai langkah konkret memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui penyediaan layanan pendidikan gratis dan bermutu setara jenjang sekolah dasar hingga menengah atas. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dengan pendekatan pendidikan yang terintegrasi, mencakup pembentukan karakter, peningkatan keterampilan, serta penguatan kemandirian.
Usai meninjau lokasi kolam retensi, Diana Kusumastuti menegaskan bahwa proyek tersebut menjadi solusi penting dalam menjawab persoalan banjir yang selama ini kerap menggenangi sejumlah kawasan di Kota Jambi. Menurutnya, proyek ini merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan sistem pengendalian banjir yang berkelanjutan.
Ia menyampaikan bahwa pendanaan proyek sudah sepenuhnya tersedia, namun pelaksanaan pembangunan tetap bergantung pada kesiapan lahan di lapangan. Meski proses pembebasan lahan masih berlangsung, Diana berharap pekerjaan fisik tetap dapat berjalan agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Ke depan, kolam retensi ini juga direncanakan dapat dikembangkan sebagai ruang terbuka publik yang bisa dimanfaatkan warga untuk berolahraga dan kegiatan sosial.
Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di daerahnya. Ia menyebut proyek kolam retensi tersebut sebagai hasil dari upaya panjang pemerintah kota dalam mengatasi persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Maulana menjelaskan bahwa hingga saat ini pembebasan lahan seluas 3,1 hektare telah berhasil diselesaikan dari total kebutuhan sekitar 9 hektare. Kendala yang masih dihadapi, terutama terkait area sempadan sungai, menurutnya telah ditindaklanjuti melalui rencana penerbitan Surat Edaran khusus oleh Kementerian Pekerjaan Umum guna mempercepat penyelesaian hambatan di lapangan.
Ia menilai kehadiran Wakil Menteri PU di Kota Jambi memberikan dorongan signifikan bagi percepatan pembangunan. Pemerintah Kota Jambi pun berharap proyek kolam retensi dapat dituntaskan dalam tahun ini sehingga mampu mengurangi risiko banjir, khususnya di kawasan sepanjang aliran Sistem Asam yang selama ini menjadi daerah rawan genangan.
Sebelum meninjau proyek kolam retensi, Wali Kota Jambi dan Wakil Menteri PU juga melakukan pengecekan langsung terhadap progres pembangunan Sekolah Rakyat Kota Jambi yang berlokasi di Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo. Sekolah tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Juni 2026, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru.
Sekolah Rakyat Kota Jambi dirancang mampu menampung hingga 1.080 siswa dari keluarga kurang mampu melalui 36 rombongan belajar. Fasilitas ini akan melayani 540 siswa tingkat sekolah dasar dalam 18 rombel, 270 siswa tingkat sekolah menengah pertama dalam 9 rombel, serta 270 siswa tingkat sekolah menengah atas dalam 9 rombel, sehingga diharapkan menjadi pusat pengembangan pendidikan inklusif di Kota Jambi.