Pengembangan pertanian berbasis teknologi juga diharapkan dapat menarik lebih banyak generasi muda.
Kemas menilai sektor pertanian perlu dikenalkan sebagai bidang yang modern dan memiliki prospek ekonomi, bukan sekadar pekerjaan tradisional.
Digitalisasi, otomatisasi dan berbagai inovasi teknologi dapat menjadi daya tarik baru bagi anak muda untuk terlibat dalam sektor tersebut.
“Kita ingin anak muda melihat pertanian sebagai sektor yang modern, produktif dan memiliki masa depan. Teknologi harus membuat pertanian menjadi lebih menarik dan lebih menguntungkan,” kata Kemas.
Ia berharap rapat koordinasi PM-AAS dan pertanian perkotaan tidak berhenti pada pembahasan, tetapi dilanjutkan dengan program konkret yang dapat dirasakan masyarakat.
DPRD Kota Jambi, kata dia, siap memberikan dukungan melalui fungsi penganggaran dan pengawasan terhadap kebijakan yang memiliki arah jelas dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Kemas, ketahanan pangan harus menjadi agenda bersama karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
Kota yang maju, lanjutnya, bukan hanya kota dengan pembangunan infrastruktur yang baik, tetapi juga kota yang mampu memastikan masyarakat memperoleh pangan yang cukup, aman dan terjangkau.
Karena itu, penguatan pertanian modern dan urban farming perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi jangka panjang Kota Jambi dalam menghadapi keterbatasan lahan, perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan.
Ketahanan pangan pada akhirnya bukan hanya persoalan bagaimana menghasilkan pangan, tetapi bagaimana sebuah kota mampu memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan dan dapat hidup sejahtera di tengah perubahan zaman.