JAMBI DALAM BERITA.ID, JAMBI 4 Februari 2025 – Komisi IV DPRD Kota Jambi melakukan inspeksi ke sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kota Jambi untuk meninjau langsung kondisi sarana dan prasarana pendidikan. Hasilnya cukup memprihatinkan—banyak sekolah mengalami kerusakan mulai dari atap bocor, dek rusak, hingga ruang belajar yang tidak layak.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, Martua Muda Siregar, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengunjungi lima sekolah, yakni SDN 148, SDN 96, SDN 22, SDN 31, dan SDN 09. Dari hasil tinjauan, kondisi bangunan sekolah-sekolah tersebut dinilai tidak layak untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
> “Banyak sekolah yang atapnya bocor, dek rusak, serta ruang belajar yang tidak memadai. Kami akan melaporkan temuan ini ke instansi terkait agar segera ditindaklanjuti. Sebab, sarana dan prasarana yang baik tentu berpengaruh pada kualitas pendidikan dan prestasi siswa,” ujar Martua.
Sekolah Kekurangan Fasilitas, Ruang Guru Dialihkan
Kepala SDN 22 Kota Jambi, Susilawati, turut menyampaikan keprihatinannya. Ia mengungkapkan bahwa beberapa ruang kelas di sekolahnya tidak memiliki dek atas, sehingga saat siang hari kondisi dalam kelas menjadi sangat panas. Selain itu, kebocoran atap juga menjadi masalah utama, bahkan ruang guru terpaksa dialihkan menjadi ruang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) karena keterbatasan fasilitas.
> “Kami berharap ada perbaikan segera. Kondisi ini sudah berlangsung lebih dari dua tahun. Jika ruang belajar tidak nyaman, tentu mengganggu proses belajar siswa,” kata Susilawati.
40 Persen SD Negeri di Jambi Mengalami Kerusakan
Menanggapi kondisi ini, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana SD Dinas Pendidikan Kota Jambi, Latif, menjelaskan bahwa perbaikan sekolah selama ini bergantung pada Dana Alokasi Khusus (DAK) yang ditentukan oleh pemerintah pusat berdasarkan data Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Sementara itu, perbaikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Jambi.
> “Sekitar 40 persen dari total 162 SD Negeri di Kota Jambi mengalami kerusakan, dengan 30 sekolah di antaranya mengalami kerusakan parah. Kami sudah sering mengusulkan perbaikan, tetapi yang terealisasi melalui APBD hanya sekitar 5 hingga 10 sekolah saja,” jelas Latif.
DPRD Kota Jambi menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong pemerintah daerah agar lebih serius menangani persoalan ini. Perbaikan sekolah diharapkan dapat segera terealisasi agar siswa dan guru dapat belajar dan mengajar dengan lebih nyaman.