jambidalamberita.id BUNGO– Hujan deras yang mengguyur wilayah Bungo pada Minggu (2/3) menyebabkan putusnya Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Dusun Sirihp Sekapur, Kecamatan Jujuhan. Akibatnya, akses utama yang menghubungkan Bungo dengan Sumatera Barat (Sumbar) lumpuh total.
Sebagai langkah tanggap darurat, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi segera mengambil tindakan dengan memasang jembatan bailey guna memulihkan konektivitas wilayah terdampak.
Apa Itu Jembatan Bailey?
Jembatan bailey adalah jembatan rangka baja portabel yang dirancang untuk perakitan cepat menggunakan komponen pra-fabrikasi. Konsep ini pertama kali dikembangkan oleh insinyur Inggris, Donald Bailey, selama Perang Dunia II untuk kebutuhan militer. Hingga kini, teknologi tersebut tetap digunakan secara luas dalam situasi darurat dan pemulihan infrastruktur.
Keunggulan utama jembatan bailey terletak pada fleksibilitasnya—dapat disesuaikan dengan berbagai kondisi medan serta mampu dipasang dalam waktu singkat. Hal ini menjadikannya solusi ideal untuk menangani bencana yang merusak infrastruktur jalan.
Fungsi Jembatan Bailey dalam Penanganan Bencana
Dalam kasus putusnya Jalinsum Bungo, jembatan bailey memiliki peran strategis, di antaranya: