Sebagai pemain, Denis Law mencetak banyak momen bersejarah. Salah satu yang paling diingat adalah golnya dalam laga derby Manchester pada musim 1973/74. Ia mencetak gol untuk Manchester City melawan mantan klubnya, Manchester United, di Old Trafford.
Gol tersebut sempat menjadi kontroversi karena dianggap menjadi penyebab degradasi United. Namun, kenyataannya, hasil pertandingan lain yang memastikan nasib United hari itu. Meski begitu, Law menunjukkan rasa hormatnya dengan tidak merayakan gol tersebut.
Di tingkat internasional, Law mencetak 30 gol dalam 55 penampilan untuk Skotlandia, menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasional bersama Kenny Dalglish. Salah satu momen terbaiknya adalah membawa Skotlandia menang 3-2 atas Inggris di Wembley pada tahun 1967, kemenangan pertama atas juara dunia tersebut.
Setelah gantung sepatu, Law tetap aktif di dunia sepak bola sebagai komentator dan menjalin persahabatan erat dengan George Best hingga akhir hayat sahabatnya pada 2005. Di luar lapangan, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan amal dan menerima gelar kehormatan Commander of the British Empire (CBE) pada 2016 atas kontribusinya dalam olahraga dan masyarakat.
Namun, Law menghadapi tantangan besar di masa tuanya. Pada 2021, ia didiagnosis dengan demensia, yang kemudian memperparah kondisi kesehatannya.
Kepergian Denis Law menandai berakhirnya era ‘Trinitas Suci’ Manchester United setelah Sir Bobby Charlton dan George Best lebih dulu berpulang.
Dengan segala pencapaiannya, Denis Law akan terus dikenang sebagai ikon sepak bola dunia. Namanya tidak hanya tercatat dalam sejarah Manchester United tetapi juga dalam hati para pecinta sepak bola di seluruh dunia.*