Ekonomi

Tak Cuma Sawit dan Kopi, Legislator Jambi Desak Kayu Manis dan Pinang Jadi Komoditas Prioritas Nasional

0

0

jambidalamberita |

Minggu, 28 Des 2025 10:46 WIB

Reporter : Kurniawan

Editor : Kurniawan

Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto mendorong kayu manis dan pinang menjadi komoditas strategis nasional demi kesejahteraan petani Jambi. - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

 

Jambidalamberita.id, Jambi – Anggota Komisi V DPR RI asal Daerah Pemilihan Jambi, Edi Purwanto, mendorong pemerintah pusat untuk menetapkan kayu manis dan pinang sebagai komoditas strategis nasional.
 
Menurutnya, dua komoditas tersebut memiliki peran besar dalam menopang ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan Provinsi Jambi.
 
Edi menilai hingga saat ini perhatian negara masih terfokus pada sejumlah komoditas tertentu seperti sawit, kopi, karet, cengkeh, dan sagu. Sementara itu, kayu manis dan pinang yang menjadi andalan Jambi belum masuk dalam daftar prioritas nasional.
 
“Padahal kontribusinya sangat nyata bagi masyarakat Jambi, terutama petani. Sudah seharusnya mendapat perlindungan dan perhatian negara,” ujarnya di Jambi, Sabtu (27/12).
 
Usulan tersebut telah disampaikan Edi dalam pembahasan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI melalui panitia kerja yang tengah mengkaji penetapan komoditas strategis.
 
Saat ini, peluang kayu manis dan pinang masih dalam tahap pembahasan.
Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan, kayu manis banyak dihasilkan dari Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, sementara pinang menjadi komoditas unggulan di Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, dan Muaro Jambi.
 
Jika resmi ditetapkan sebagai komoditas strategis nasional, negara memiliki ruang untuk melakukan berbagai intervensi kebijakan, mulai dari pengendalian harga, penguatan pasar, hingga perlindungan hak cipta dan dukungan anggaran melalui APBD.
 
“Dengan status strategis, pemerintah daerah bisa lebih leluasa mengalokasikan anggaran dan memberikan perlindungan kepada petani,” kata Edi.
Petani Menunggu Kepastian Harga
Harapan serupa disampaikan Bupati Kerinci Monadi. Ia menilai kayu manis asal Kerinci sudah dikenal luas di pasar internasional, namun hingga kini petaninya belum mendapatkan kepastian perlindungan dari negara.
 
Menurut Monadi, proses budidaya kayu manis membutuhkan waktu panjang, bahkan bisa mencapai puluhan tahun, tetapi harga jual sering kali tidak stabil saat masa panen tiba.
 
“Petani menanam bertahun-tahun, tapi ketika dijual harganya justru turun. Kami berharap ada regulasi yang jelas agar petani tidak terus dirugikan,” ujarnya.
Ia berharap penetapan kayu manis sebagai komoditas strategis nasional dapat menjadi solusi jangka panjang bagi kesejahteraan petani dan keberlanjutan sektor perkebunan di Jambi. (*)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER