Ke depan, Presiden menyampaikan Indonesia akan segera menyusul swasembada jagung, singkong, bawang putih, ikan, serta komoditas strategis lain, termasuk penguatan hilirisasi pertanian dan pengembangan energi berbasis sumber daya pertanian.
Pada kesempatan itu, Presiden memberikan penghargaan khusus kepada Andi Amran Sulaiman, yang dinilai berperan besar dalam mengamankan masa depan pangan nasional. Presiden juga mengapresiasi kontribusi TNI–Polri, pemerintah daerah, para gubernur, bupati, wali kota, serta seluruh elemen bangsa tanpa memandang latar belakang politik.
Gubernur Jambi Al Haris menyambut capaian nasional tersebut dengan penuh optimisme. Menurutnya, swasembada pangan adalah bukti bahwa kebijakan pertanian yang tepat, kolaboratif, dan berkelanjutan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat.
Gubernur Al Haris menegaskan bahwa Provinsi Jambi terus menunjukkan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional.
Sepanjang tahun 2025, luas panen padi di Jambi diperkirakan mencapai 80,71 ribu hektare, meningkat hampir 31 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut berbanding lurus dengan produksi padi yang mencapai 366,54 ribu ton serta produksi beras sekitar 212,03 ribu ton.
Capaian ini, menurut Gubernur Al Haris, tidak terlepas dari kerja keras petani, dukungan pemerintah daerah, serta sinergi lintas sektor yang terus diperkuat.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi akan terus mendorong program pertanian berkelanjutan, kemudahan akses pupuk, serta peningkatan kesejahteraan petani sebagai prioritas utama.
Panen raya dan tasyakuran swasembada pangan ini menjadi bukti nyata bahwa Provinsi Jambi tidak hanya menjadi bagian dari program nasional, tetapi juga aktor penting dalam mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.
Momentum ini sekaligus memperkuat optimisme bahwa Indonesia memasuki era baru ketahanan pangan yang mandiri, berkeadilan, dan berpihak pada rakyat kecil.