Kemungkinan Penyebab Ukuran Mengecil
Wirdateti, peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengungkapkan bahwa ukuran tubuh karnivora seperti harimau dapat mengecil karena beberapa faktor. Salah satunya adalah berkurangnya populasi mangsa yang menyebabkan adaptasi tubuh menjadi lebih kecil untuk menghemat energi.
Selain itu, jika benar yang dijumpai adalah harimau Jawa, maka faktor inbreeding atau perkawinan sedarah juga dapat berperan. "Inbreeding mengurangi variasi genetik dalam populasi, yang berdampak pada penurunan kualitas fisik, termasuk ukuran tubuh," ujar Wirdateti. Penelitian menunjukkan bahwa perkawinan sedarah meningkatkan risiko penyakit, menurunkan daya tahan tubuh, serta membatasi kemampuan adaptasi terhadap perubahan lingkungan.
Sunarto, seorang ekolog satwa liar dan peneliti harimau, menambahkan bahwa populasi minimal untuk menjaga stabilitas genetik adalah 50 individu. Untuk menghindari sindrom inbreeding dalam jangka panjang, dibutuhkan setidaknya 500 individu. Jika populasi harimau Jawa saat ini sangat kecil, maka sindrom inbreeding hampir pasti terjadi, yang dapat menjelaskan ukuran tubuh yang lebih kecil.
Tantangan Konservasi Harimau Jawa
Meskipun harimau Jawa dinyatakan punah sejak 1980-an, laporan seperti yang disampaikan Anang, Damin, dan penjaga hutan Ujung Kulon menunjukkan kemungkinan kecil bahwa subspesies ini masih bertahan. Jika benar demikian, keberadaan mereka sangat rentan karena jumlah individu yang terlalu sedikit dan habitat yang semakin terdesak oleh aktivitas manusia.
Dalam jurnal Planning Tiger Recovery: Understanding Intraspecific Variation for Effective Conservation (Wilting et al., 2015), disebutkan bahwa konservasi harimau memerlukan pendekatan khusus yang mempertimbangkan variasi genetik antar subspesies. Untuk harimau Jawa, langkah pertama adalah memastikan keberadaan mereka melalui survei lapangan dan kamera jebak.
Harapan di Tengah Tantangan
Kesaksian masyarakat terkait keberadaan harimau Jawa memberikan harapan bagi upaya pelestarian satwa endemik ini. Namun, perlu bukti konkret berupa foto atau video yang lebih jelas untuk mengonfirmasi identitas hewan yang dilihat. Selain itu, pemerintah dan lembaga konservasi perlu meningkatkan perlindungan habitat alami, mengurangi aktivitas perburuan liar, serta melakukan program rehabilitasi hutan untuk menyediakan ruang hidup yang memadai bagi satwa langka seperti harimau Jawa.
Jika tidak ada langkah signifikan yang diambil, maka harimau Jawa mungkin benar-benar akan punah tanpa pernah ditemukan kembali. Namun, dengan upaya bersama, harapan untuk melestarikan satwa yang pernah menjadi raja hutan Jawa ini masih tetap ada.*