JAMBIDALAMBERITA, JAMBI - Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax pada 1 Januari 2025 mengubah perhitungan biaya harian bagi pemilik kendaraan bermotor. Seperti yang diinformasikan oleh PT Pertamina (Persero), harga Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan Rp 400 per liter, dari semula Rp 12.100 menjadi Rp 12.500 per liter. Kenaikan harga ini tentu saja berimbas pada biaya pengisian bahan bakar, terutama bagi pemilik motor matik seperti Yamaha NMax dan Honda PCX 160 yang memang disarankan menggunakan BBM RON 92.
Bagi pemilik Honda PCX 160, motor matik premium yang populer di kalangan pengendara Indonesia, pengisian penuh tangki kini memerlukan biaya Rp 101.250. Motor ini memiliki kapasitas tangki 8,1 liter, sehingga dengan harga Pertamax yang baru, pemilik motor harus mengeluarkan dana lebih banyak dibandingkan sebelumnya.
Sementara itu, untuk pemilik Yamaha NMax, biaya yang harus dikeluarkan sedikit lebih rendah. NMax yang memiliki kapasitas tangki 6,6 liter kini memerlukan biaya sekitar Rp 82.500 untuk pengisian penuh. Meski lebih murah dibandingkan Honda PCX 160, kenaikan harga BBM tetap memberikan dampak signifikan, mengingat frekuensi pengisian bahan bakar yang cukup sering.
Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi
Selain Pertamax, PT Pertamina juga menaikkan harga beberapa jenis BBM lainnya per 1 Januari 2025, termasuk Pertamax Turbo yang kini dijual seharga Rp 13.700 per liter, Pertamina DEX (Rp 13.900 per liter), dan Dexlite (Rp 13.600 per liter). Harga Pertalite dan Solar Subsidi masing-masing dipatok pada Rp 10.000 per liter dan Rp 6.800 per liter.
Bagi banyak pemilik kendaraan bermotor, kenaikan harga Pertamax ini tentu memberikan tantangan baru. Terlebih, kendaraan matik seperti Yamaha NMax dan Honda PCX 160 yang memiliki kapasitas tangki BBM cukup besar, harus merogoh kocek lebih dalam saat mengisi penuh.
Kedua motor ini, Yamaha NMax dan Honda PCX 160, dilengkapi dengan mesin yang disarankan untuk menggunakan bahan bakar dengan RON 92, yang mana Pertamax adalah pilihan utama. Seiring dengan peningkatan harga Pertamax, para pengendara harus menyesuaikan pengeluaran mereka, terutama jika pengisian bahan bakar dilakukan secara rutin.
Bagi pengendara yang menggunakan motor sebagai kendaraan utama, kenaikan harga BBM ini menjadi perhatian serius. Namun, di sisi lain, dengan kenaikan harga yang relatif terjangkau, pemilik motor tetap dapat menikmati performa mesin yang optimal, selama menggunakan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi motor mereka.
Dengan adanya kenaikan harga ini, pengendara kini harus mempertimbangkan ulang anggaran mereka untuk bahan bakar, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi dan membutuhkan pengisian penuh secara teratur. Bagi beberapa orang, perubahan ini mungkin mempengaruhi pengeluaran bulanan, dan mereka mungkin harus mencari cara untuk menghemat penggunaan bahan bakar atau memilih jenis BBM yang lebih terjangkau, meski dengan konsekuensi pengaruh terhadap performa kendaraan.
Harga BBM Pertamina per 1 Januari 2025
- Solar Subsidi: Rp 6.800/liter
- Pertalite: Rp 10.000/liter
- Pertamax: Rp 12.500/liter
- Pertamax Turbo: Rp 13.700/liter
- Pertamina DEX: Rp 13.900/liter
- Dexlite: Rp 13.600/liter
- Pertamax Green: Rp 13.400/liter
- Pertamax di Pertashop: Rp 12.400/liter
Dengan kenaikan harga ini, pemilik motor harus lebih bijak dalam mengelola pengeluaran harian mereka, apalagi bagi mereka yang mengandalkan kendaraan roda dua untuk aktivitas sehari-hari.*