Jambidalamberita.id, Balikpapan - Nama Evan Dimas Darmono mungkin sudah tak asing lagi bagi pencinta sepak bola Indonesia. Mantan bintang Timnas Indonesia ini pernah menjadi sorotan publik berkat kemampuannya yang luar biasa sebagai gelandang kreatif. Namun, di usianya yang masih tergolong matang untuk seorang pesepak bola, 30 tahun, Evan mengambil langkah yang mengejutkan banyak pihak: ia berhenti sementara dari bermain bola. Tapi, bukan berarti ia meninggalkan dunia sepak bola. Sebaliknya, Evan justru kembali dengan peran yang lebih strategis sebagai pemilik klub!
Ketika bursa transfer paruh musim Liga 1 Indonesia 2025 resmi ditutup, Evan Dimas tidak menemukan klub yang bersedia merekrutnya. Persik Kediri, klub yang ia bela pada paruh musim pertama, juga memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya. Dalam situasi yang mungkin dianggap sulit oleh sebagian pemain, Evan justru menunjukkan bahwa ia punya visi yang lebih luas.
Agen Evan, Muly Munial, mengungkapkan bahwa kliennya kini bergabung dengan Persiba Balikpapan, bukan sebagai pemain, tetapi sebagai salah satu pemilik klub. Langkah ini menjadi gebrakan baru dalam karier Evan. “Evan memutuskan untuk break dulu dari sepak bola sebagai pemain. Tapi, dia tetap aktif dengan cara lain, yakni bergabung sebagai stakeholder di Persiba,” ujar Muly.
Yang menarik, Evan Dimas bukan satu-satunya atlet yang memiliki andil dalam Persiba Balikpapan. Muly juga menyebutkan bahwa ada empat pesepak bola dan satu pemain bulu tangkis lain yang turut menjadi pemilik klub asal Kalimantan tersebut. Kolaborasi ini menjadi contoh bahwa atlet Indonesia kini mulai sadar pentingnya investasi dan peran strategis dalam dunia olahraga.
Baca Juga : Beasiswa LPDP 2025 Resmi Dibuka, Baca Panduan Pendaftaran dan Tahap Seleksi Di Sini!
Keputusan Evan untuk berinvestasi di sepak bola adalah langkah yang tidak hanya unik tetapi juga cerdas. Jarang sekali pesepak bola Indonesia yang memilih jalur ini, terutama saat mereka masih berada di usia produktif. Dengan pengalamannya selama bertahun-tahun di lapangan hijau, Evan memiliki wawasan berharga yang bisa membantu Persiba berkembang menjadi klub yang lebih kompetitif.
“Ini adalah bentuk investasi masa depan. Evan ingin tetap berkontribusi dalam sepak bola meski tidak lagi bermain,” tambah Muly.