Fenomena Harimau Jawa jadi Berukuran Kecil, Apa Penyebabnya?

Reporter: Doni prima Putra - Editor: Doni prima Putra
- Kamis, 09 Januari 2025, 07:57 PM
Harimau Jawa

JAMBI DALAM BERITA, JAMBI - Dalam beberapa minggu terakhir, beredar video yang menunjukkan kesaksian seorang pria bernama Anang, yang mengaku bertemu dengan dua ekor harimau saat sedang menyemprot tanaman di tepi hutan kawasan Jawa Tengah-DIY. Anang mendeskripsikan hewan tersebut sebagai harimau dengan pola loreng di tubuhnya, tetapi ukuran tubuhnya disebut hanya sebesar kambing, meskipun terlihat lebih gemuk dan kekar. Kesaksian serupa juga datang dari seorang petani bernama Damin di sekitar Gunung Wilis, yang menyatakan bahwa ukuran harimau yang dilihatnya juga sebesar kambing. Sementara itu, seorang penjaga hutan di Ujung Kulon melaporkan pernah melihat harimau berukuran sebesar anjing herder.

Laporan-laporan ini menimbulkan tanda tanya besar: apakah benar yang mereka lihat adalah harimau? Jika ya, mengapa ukuran tubuhnya lebih kecil dari deskripsi historis? Atau mungkin mereka melihat macan tutul atau kucing liar lain yang ukurannya memang lebih kecil?

Jejak Historis Harimau Jawa

Harimau Jawa dikenal sebagai salah satu subspesies harimau terbesar di Kepulauan Sunda, bahkan lebih besar dibandingkan harimau Sumatra dan Bali. Berdasarkan catatan sejarah, ukuran harimau Jawa jantan dapat mencapai panjang 200-245 cm dengan berat antara 100-140 kg. Harimau betina, meski lebih kecil, tetap memiliki ukuran yang cukup besar, dengan berat sekitar 75-115 kg.

"Harimau Jawa ukurannya bisa sebesar kuda, dan telapaknya selebar wajah orang dewasa," ujar Didik Raharyono, seorang peneliti harimau, dalam wawancara dengan Kompas.com pada akhir Desember 2024. Pernyataan Didik ini didukung oleh berbagai dokumentasi dari masa lampau, termasuk foto tahun 1957 yang menunjukkan seekor harimau besar hasil buruan di Kendeng Lembu, Banyuwangi. Foto tersebut menampilkan harimau dengan tubuh besar yang mampu membunuh seekor sapi dalam satu serangan.

Baca Juga : Polda Jambi Restorative Justice Kasus Sekda Batanghari Muhammad Azan

Bahkan dalam naskah sejarah Sunda kuno, seperti Babad Lakbok, disebutkan keberadaan harimau besar di kawasan lahan gambut Ciamis. Nama "Lakbok" sendiri berasal dari istilah Sunda kuno yang berarti "harimau yang sangat besar."

Halaman:

Tags

Berita Terkait

X