Jambidalamberita.id,BUNGO – Jalan Lintas Jambi-Sumatera Barat (Sumbar) di Kilometer 60, Kabupaten Bungo, Jambi, masih belum bisa dilalui kendaraan setelah amblas akibat banjir. Pengerjaan jembatan darurat Bailey baru mencapai 40 persen dan terus dikebut oleh tim Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi.
Saat ini, pekerja teknis dari BPJN Jambi masih merakit kerangka jembatan dan merapikan material tanah sebagai penopang. Kepala BPJN Jambi, Ibnu Kurniawan, mengungkapkan bahwa perakitan rangka jembatan ditargetkan rampung pada Kamis (6/3/2025), dilanjutkan dengan pemasangan.
“Hari ini (Kamis) rencananya pemasangan dimulai. Jika tidak ada kendala, Jumat bisa dilakukan uji coba, dan targetnya hari Minggu jembatan sudah fungsional,” ujar Ibnu Kurniawan.
Jembatan Bailey yang akan dipasang memiliki panjang sekitar 20 meter dan menggunakan rangka baja portabel agar kendaraan dapat kembali melintas. Menurut Ibnu, jembatan ini merupakan solusi sementara hingga ada pembangunan permanen.
“Yang terpenting sekarang adalah memastikan jalan bisa dilewati kendaraan kecil, terutama menjelang arus mudik Lebaran,” tambahnya.
Namun, Ibnu menegaskan bahwa kapasitas jembatan Bailey hanya untuk kendaraan dengan tonase maksimal 20 ton. “Nanti akan kami lihat saat uji coba, apakah perlu ada penyesuaian,” katanya.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat arus mudik, BPJN Jambi juga akan mendirikan posko di sekitar lokasi jembatan.
Dampak Banjir dan Putusnya Jalinsum
Seperti diberitakan sebelumnya, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) KM 60 di Dusun Siri Sekapur, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, amblas dan terputus total pada Minggu (2/3/2025) sekitar pukul 14.05 WIB.
Jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Bungo dengan Sumatera Barat itu tergerus air bah akibat luapan anak Sungai Tukum setelah hujan deras mengguyur wilayah Bungo sejak Minggu dini hari hingga pagi.
Putusnya Jalinsum ini menghambat arus lalu lintas dan berdampak pada mobilitas masyarakat serta distribusi logistik. Dengan percepatan pembangunan jembatan darurat, diharapkan akses jalan bisa segera kembali normal.