Kerja sama multilateral yang ditingkatkan juga dinilai akan membantu Indonesia mengoptimalkan potensi ekonominya, termasuk melalui investasi di sektor infrastruktur dan teknologi.
Fahmi juga membandingkan kesuksesan Modi dalam menerapkan kebijakan pro-rakyat di India dengan potensi yang dimiliki Presiden Prabowo untuk menerapkan hal serupa di Indonesia. "Kebijakan inovatif seperti pemberian makan gratis untuk anak-anak sekolah dan program keuangan inklusif telah membantu India mengurangi kemiskinan di tengah populasi besar," ungkapnya.
Menurut Fahmi, jika Presiden Prabowo mampu mengadopsi kebijakan yang berfokus pada pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan kesejahteraan sosial, transformasi signifikan di Indonesia dapat tercapai.
"Potensi meninggalkan legacy sebagai pemimpin yang membawa transformasi signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup rakyat akan sangat besar," jelasnya.
Interaksi hangat antara kedua pemimpin tidak hanya mempererat hubungan bilateral, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting di kancah global. Sapaan "my good brother" yang diikuti dengan gestur persahabatan, seperti pelukan akrab, menggambarkan hubungan yang lebih personal, yang berpotensi membuka jalan bagi kerja sama yang lebih erat di berbagai sektor.
Sebagai pemimpin yang dikenal tangguh sekaligus humanis, Presiden Prabowo dinilai memiliki kemampuan untuk menjadikan diplomasi personalnya sebagai alat strategis dalam memperluas pengaruh Indonesia di dunia internasional.*