JAMBI DALAM BERITA, JAMBI - Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) menyoroti keberadaan produk Israel yang ditemukan di pusat perbelanjaan modern di Jambi. Kurniadi Hidayat, perwakilan LPKNI, menyatakan bahwa lemahnya pengawasan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi menjadi salah satu faktor produk tersebut bisa beredar di pasaran.
Kurniadi mengungkapkan, berdasarkan laporan dari AR, warga Jambi, sebuah produk mainan bertuliskan “Made in Israel” ditemukan di Toko Salemba di Mall Jamtos. AR merasa dirugikan karena membeli produk tersebut tanpa mengetahui asal-usulnya.
“Ini bukan soal nominal harga, tetapi bagaimana produk Israel bisa masuk ke Kota Jambi. Padahal Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik atau kerja sama ekonomi dengan Israel,” kata Kurniadi.
AR menambahkan bahwa dirinya selalu mengajarkan anak-anak untuk memboikot produk Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan Palestina. Namun, ia merasa tertipu karena produk yang diklaim buatan China ternyata memiliki label “Made in Israel”.
Baca Juga : Komdigi Perkuat Struktur Baru, Fifi Aleyda Yahya Dilantik Sebagai Dirjen Komunikasi Publik
“Dengan membeli produk Israel, sama saja mendukung penjajahan dan kekerasan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina,” ujar AR.
LPKNI bersama AR telah melaporkan kasus ini ke Polresta Jambi. Mereka menyoroti dugaan pelanggaran Standar Nasional Indonesia (SNI) pada produk tersebut. Selain itu, produk yang ditemukan tidak memiliki panduan berbahasa Indonesia, yang seharusnya menjadi kewajiban sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen.