Setelah pertemuan, Effendi Simbolon meninggalkan lokasi dengan mobil Alphard hitam berpelat AB 1844 OJ. Kepada awak media, ia hanya melambaikan tangan dan mengucapkan selamat tahun baru, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. Sikap Effendi yang singkat dan misterius ini semakin memicu spekulasi mengenai maksud di balik pertemuan tersebut.
Pertemuan ini juga menarik perhatian karena berlangsung di tengah isu penting lainnya, seperti keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait penghapusan presidential threshold. Jokowi sebelumnya menyatakan dukungannya terhadap keputusan tersebut, yang diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi calon-calon independen di Pemilu mendatang.
Publik kini menantikan langkah selanjutnya dari Jokowi dan Effendi Simbolon. Apakah pertemuan ini benar-benar hanya silaturahmi biasa, ataukah menjadi awal dari gerakan politik baru? Yang pasti, dinamika politik menjelang Pemilu 2024 semakin menarik untuk diikuti.*