Selain itu, terdapat tujuh karangan bunga yang terpajang di lokasi aksi, di antaranya bertuliskan:
“Berdiri Bersama Hari Ini untuk Dikti yang Lebih Baik #LAWAN! #MenteriDzolim #PaguyubanPegawaiDikti”
“Berlaku Bajik Pada Karyawan Sebelum Mencitrakan Bijak di Keramaian.”
Sebuah video juga beredar di media sosial yang menunjukkan massa aksi meneriakkan kata “turun” secara serentak saat mobil berpelat RI-25 melintas. Mobil tersebut diduga membawa Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Togar M. Simatupang, menegaskan bahwa tidak ada pemecatan ASN secara mendadak. Ia menyatakan penyelesaian konflik dapat dilakukan melalui dialog.
“Tidak sejauh itu. Dalam penataan ada tingkat layanan dan mutu yang harus dijamin oleh bagian atau individu. Ada perbedaan, dan tentu aplikasi penghargaan serta pembinaan,” ujar Togar.
Saat ini, Kemdiktisaintek sedang menjalankan berbagai program strategis yang diamanatkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung visi Astacita.*