JAMBI DALAM BERITA, SUNGAI PENUH - Kasus perundungan remaja putri di Kota Sungai Penuh, Jambi, telah mengejutkan masyarakat setelah video kejadian tersebut viral di media sosial. Insiden ini terjadi di sebuah ruko dekat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Penuh, dengan korban berinisial W yang mengalami kekerasan fisik dan verbal oleh sekelompok remaja putri.
Dalam video yang tersebar luas, korban dipukul, ditendang, dan bahkan kepalanya dibenturkan ke pintu besi. Meski korban meminta ampun, pelaku terus melanjutkan aksi kekerasan, sementara beberapa remaja lainnya merekam kejadian tanpa mencoba menghentikannya. Akibatnya, korban yang masih berstatus pelajar SMA menderita luka memar di wajah, sesak napas, serta sering mengalami pusing.
Menurut pengakuan korban, ia tidak memiliki masalah apapun dengan para pelaku, yang membuat motif perundungan ini masih menjadi tanda tanya. Korban kini mengalami trauma berat akibat kejadian tersebut.
Orang tua korban, yang tidak terima dengan perlakuan terhadap putrinya, segera melapor ke polisi. Ayah korban, Bambang, menyebutkan bahwa kondisi anaknya semakin memprihatinkan, dengan luka di kepala dan dada yang terus terasa sakit. Ia berharap agar pelaku dihukum sesuai hukum yang berlaku.
Baca Juga : Saham Bukalapak Anjlok, Penutupan Bisnis Marketplace Jadi Sorotan
Pihak kepolisian dari Polres Kerinci, dibantu Polsek Kota Sungai Penuh, segera bertindak. Enam dari delapan terduga pelaku, yang berusia antara 13 hingga 18 tahun, telah berhasil diamankan oleh Tim Macan Kincai Satreskrim Polres Kerinci. Mereka tengah menjalani pemeriksaan untuk mengetahui motif di balik perundungan ini.