JAMBI DALAM BERITA, TOKYO - Jepang barat daya diguncang gempa dengan magnitudo 6,8 pada Senin malam (15/1). Gempa yang terjadi sekitar pukul 21.19 waktu setempat ini terdeteksi oleh Survei Geologi AS (USGS) di wilayah Kyushu, sekitar 18 kilometer dari daratan. Badan Meteorologi Jepang (JMA) sempat memperingatkan potensi gelombang tsunami setinggi 1 meter.
Namun, seperti dilaporkan AFP, tsunami yang terdeteksi hanya mencapai ketinggian sekitar 20 sentimeter di beberapa pelabuhan wilayah tersebut. Tayangan langsung televisi memperlihatkan suasana laut tetap tenang, kapal-kapal beroperasi normal, dan aktivitas masyarakat berjalan lancar.
Meski dirasakan kuat, gempa tidak menyebabkan kerusakan besar. Media lokal melaporkan beberapa insiden ringan, seperti jendela pecah di stasiun kereta, benda jatuh dari rak di toko-toko, serta seorang pria yang mengalami cedera ringan akibat terjatuh di rumahnya.
Gempa kali ini menarik perhatian karena Jepang sebelumnya memperingatkan risiko gempa besar di kawasan Palung Nankai, sebuah jurang bawah laut sepanjang 800 kilometer di pantai Pasifik Jepang. Hal ini terkait gempa megathrust dengan magnitudo 7,1 yang mengguncang Jepang pada Agustus 2024, melukai 15 orang.
Baca Juga : Persib Bandung Siapkan Kejutan, Frets Butuan Dirumorkan Kembali
Meski demikian, JMA menyatakan bahwa gempa terbaru ini tidak memenuhi kriteria untuk memperbarui peringatan khusus bagi Palung Nankai. Kendati demikian, pihaknya menekankan pentingnya kesiapan menghadapi gempa kapan saja.
"Penting untuk memastikan bahwa persiapan untuk gempa bumi dilaksanakan setiap hari," ujar JMA.