Pertemuan Jokowi dan Effendi Simbolon Usai Dipecat dari PDIP: Silaturahmi atau Manuver Politik?

Reporter: Doni prima Putra - Editor: Doni prima Putra
- Sabtu, 04 Januari 2025, 07:47 AM
Joko Widodo

JAMBI DALAM BERITA, SOLO - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini mengungkap isi pertemuannya dengan politisi Effendi Simbolon, yang berlangsung tertutup di kediaman Jokowi di Solo, pada Kamis (2/1/2025). Pertemuan ini menarik perhatian publik karena keduanya merupakan mantan kader PDIP yang sama-sama dipecat akibat berbagai kontroversi politik menjelang Pemilu 2024.

Effendi Simbolon dipecat dari PDIP setelah menyatakan dukungannya kepada Ridwan Kamil (RK) sebagai calon gubernur Jakarta dalam Pilgub 2024, langkah yang bertentangan dengan keputusan partai. Sementara itu, Jokowi dinilai telah menyalahgunakan kekuasaan dan merusak demokrasi dengan secara terang-terangan menentang keputusan DPP PDIP, khususnya terkait Pemilu 2024.

Ketika dimintai keterangan, Jokowi menegaskan bahwa pertemuan tersebut hanyalah silaturahmi biasa tanpa agenda politik tertentu. "Ketemu senior sahabat lama, silaturahmi biasa. (Pembicaraan politik) tidak ada," ujarnya pada Jumat (3/1/2025).

Menurut Jokowi, perbincangan selama 1,5 jam itu mencakup berbagai topik ringan, tanpa membahas pembentukan partai politik baru. "Ngobrol ngalor-ngidul, ngetan-ngulon, biasa saja," tambahnya.

Baca Juga : Komisi IV DPRD Jambi Panggil Dinkes, Juwanda: Pelayanan Kesehatan Dengan SKTM Harus Dilanjutkan

Namun, isu seputar potensi manuver politik tetap berkembang. Spekulasi bahwa Jokowi dan Effendi mungkin sedang menjajaki langkah politik baru sulit dihindari, mengingat keduanya memiliki pengaruh signifikan di panggung politik nasional.

Halaman:

Tags

Berita Terkait

X